ETNOSAINS MAKANAN KHAS WOLAPPA MASYARAKAT DESA DELO, KABUPATEN SABU RAIJUA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

  • Theodora Sarlota Manu Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, UKAW, NTT, Indonesia
  • Agnes Kadja Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, UKAW, NTT, Indonesia
  • Yanti Daud Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, UKAW, NTT, Indonesia
Keywords: Wolappa, Etnosains, Sumber Belajar Biologi

Abstract

Wolappa adalah sebuah makanan khas dari Pulau Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur, yang makanannya berbahan dasar tepung beras dan gula sabu dan cara kemasnya dengan dilipat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan makanan khas Wolappa masyarakat Sabu  Raijua dan untuk mengetahui hubungan antara makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua dengan  sumber belajar Biologi. Penelitian ini dilakukan di Desa Delo, Kabupaten Sabu Raijua dan SMAN 1 Sabu Tengah dengan menggunakan Mixed Methods, yaitu penggabungan metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif untuk mendapatkan keabsahan data mengenai gambaran potensi  etnosains makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua Pada Materi Ajar Biologi. Data kualitatif akan diperoleh dengan melakukan wawancara, obervasi partisiptif dan dokumentasi sedangkan Data kuantitatif akan diperoleh dari hasil penyebaran angket guru kepada guru biologi di SMAN 1 Sabu Tengah dan diperoleh data hasil penelitian terkait Proses pembuatan makanan khas Wolappa masyarakat Sabu  Raijua dengan langkah-langkah mengelolanya sebagai berikut ; 1). Siapkan alat dan bahan 2). Cuci dan Rendam beras selama 1 jam, 3). Tumbuk beras yang telah direndam, 4). Ayak beras, 5). Campurkan tepung beras dengan  gula sabu, 6). Aduk hingga merata sampai semua bahan tersebut padat dan menggumpal membentuk adonan, 7). Kemudian bentuk adonan di atas talenan, 8). Bungkus adonan dengan daun kelapa lalu dan ikat menggunakan daun lontar, 9). Rebus Wolappa selama 2 jam, 10). Angkat, tiriskan kemudian gantung atau jemur. Serta hasil penelitian juga menunjukan terdapat hubungan antara makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua dengan sumber belajar Biologi dalam proses pembuatannya, yaitu terdapat hubungan konsep-konsep Biologi seperti transpor membran (difusi dan osmosis), metabolisme, jaringan tumbuhan, keanekaragaman hayati, ekologi, Biokimia (Denaturasi  Protein dan Gelatinisasi Pati), mikrobiologi dan bioteknologi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggito, A., & Setiawan, J. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).

Arlianovita, D., Setiawan, B., & Sudibyo, E. 2015. Pendekatan Etnosains dalam Proses Pembuatan Tempe terhadap Kemampuan Literasi Sains. Seminar Nasional Fisika dan Pembelajarannya. Vol.3, No. 2, pp 101-101.

Jacinda, A. A., & Surtikanti, H. 2023. Pembelajaran berbasis etnosains pada materi biologi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa: kajian literatur. Asian Journal Collaboration of Social Environmental and Education, Vol.1 No.1

Katja,D.G & Suryanto E. 2008. Analisis Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Penstabil Oksigen Singlet dari Daun Kelapa. Jurnal Chemistry Progress. Vol. 1, No.2. DOI: https://doi.org/10.35799/cp.1.2.2008.4955

Kemdikbud. 2022. Kurikulum Merdeka. https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/enus/articles/6824331505561. (27 September 2024).

Lidi. M. W, Daud. M. H, & Bolong. M. Y. M. 2021. Potensi kearifan lokal Tambi Uma Suku Ende Pada Materi Ajar Biologi dan pendidikan Karakter. Jurnal pendidikan biologi, Universitas Negeri Malang Jawa Timur. Vol.12,No.1. pp 45-51. Doi: http://dx.doi.org/10.17977/um052v12i1p45-51

Puspasari, A., Susilowati, I., Kurniawati, L., Utami, R. R., Gunawan, I., & Sayekti, I. C. 2019. Implementasi Etnosains dalam Pembelajaran IPA di SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari Surakarta. SEJ (Science Education Journal), Vol.3,No.1, 25-31. Doi: https://doi.org/10.21070/sej.v3i1.2426

Rukin, S. P. 2019. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.

Sari, F. P., Maryati, M., & Wilujeng, I. 2023. Ethnoscience studies analysis and their integration in science learning: literature review. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, Vol. 9, No. 3, pp 1135-1142. Doi: 10.29303/jppipa.v9i3.2044

Silla, E. M., Dopong, M., Teuf, P. J., & Lipikuni, H. F. 2023. Kajian etnosains pada makanan khas usaku (tepung jagung) sebagai media belajar fisika. Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF), Vol 4, No.1, pp: 30-39. DOI:10.30872/jlpf.v4i1.2060

Sugiyono, D. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta

Susilo, A. S. P., Rahmawati, S., Sari, A. D. W., Fajarwati, M. A., & Krisnamurti, G. C. 2023. Eksplorasi Permeabilitas Membran: Teori dan Percobaan. Florea: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, Vol. 10, No. 2, pp: 15-22. DOI:10.25273/florea.v10i2.21137

Wahjuni, S., 2013. Metabolisme Biokimia. Udayana University Press

CROSSMARK
Published
2025-12-31
DIMENSIONS
How to Cite
Manu, T., Kadja, A., & Daud, Y. (2025). ETNOSAINS MAKANAN KHAS WOLAPPA MASYARAKAT DESA DELO, KABUPATEN SABU RAIJUA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI. INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI, 8(3), 112-122. https://doi.org/10.33323/indigenous.v8i3.776