INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW <p>Jurnal Program studi Pendidikan Biologi Indigenous adalah publikasi di bidang ilmu pendidikan biologi dan sains. Artikel yang dimuat berupa: hasil penelitian dan terkait bidang pendidikan dan sains yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau tesis/skripsi akademik atau dipesentasikan dalam ujian skripsi). Jurnal Indigenous Biologi (jurnal pendidikan dan sains biologi ) merupakan jurnal pendidikan biologi- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mempublikasikan karya ilmiah mahasiswa, dosen, guru maupun peneliti.</p> en-US novibulu@gmail.com (Novi I bullu) biologiindigenous@gmail.com (James Ngginak) Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 +0700 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 OPTIMALISASI PANGAN MASYARAKAT TIMOR LOROSA’E MELALUI PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TAPIOKA SEBAGAI STIK SUSU http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW/article/view/684 <p>Ketahanan pangan merupakan salah satu elemen penting dalam suatu negara. Pemanfaatan pangan lokal untuk menunjang kebutuhan makanan salah satu kunci penting yang perlu dikembangkan. Dalam kajian ini peneliti melakukan pembuatan stik susu berbahan dasar tepung terigu dan tepung tapioka. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Proporsi tepung terigu dan tapioka yang digunakan adalah A1 (70%:30%), A2 (60%:40%), A3 (50%:50%), A4 (40%:60%) dan A5 (30%:70%). Parameter kimia yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, sedangkan uji organoleptik meliputi rasa, warna, aroma dan kerenyahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa stik susu dengan parameter kimia yang nilainya tinggi adalah perlakuan A4 (40%:60%) dengan nilai 0,8133. Untuk parameter organoleptik, data menunjukan bahwa perlakuan yang mendapat respon positif dari panelis adalah perlakuan A4 (40%;60%) dengan nilai 0,896. Data analisis kelayakan usaha stik susu dengan BEP sebesar 6.183.33 unit atau $. 1.613,04 dan RCR = 1,27.</p> Calestino M Pereira, Mateus Salvador ##submission.copyrightStatement## http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW/article/view/684 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0700 KARAKTERISASI FERMENTATIF 22 ISOLAT ACTINOMYCETES RHIZOSFER SEBAGAI PROBIOTIK TERNAK MULTIENZIM POTENSIAL http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW/article/view/748 <p>Actinomycetes memiliki potensi tinggi sebagai probiotik multienzim karena kemampuannya menghasilkan berbagai enzim pencernaan. Aktivitas fermentatif penting untuk menilai kemampuan isolat dalam memfermentasi karbohidrat serta menghasilkan produk asam dan gas. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi sifat fermentatif 22 isolat actinomycetes dari rizosfer tanaman di daerah Kupang. Metode yang digunakan melibatkan uji fermentasi menggunakan media <em>Phenol Red Broth</em> mengandung dekstrosa (glukosa), maltosa, fruktosa, dan laktosa. Media diinkubasi dengan tabung Durham untuk mendeteksi produksi gas, sedangkan perubahan warna media mengindikasikan produksi asam. Hasil menunjukkan bahwa seluruh isolat mampu memfermentasi dekstrosa, maltosa, dan fruktosa dengan reaksi fermentasi positif yang dominan. Hanya empat isolat yang menunjukkan fermentasi positif terhadap laktosa. Tiga isolat menghasilkan gas selama proses fermentasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar isolat actinomycetes mengikuti jalur fermentasi homofermentatif (Embden–Meyerhof–Parnas), ditandai dengan produksi asam tanpa atau dengan sedikit gas. Namun, adanya isolat penghasil gas menunjukkan potensi jalur heterofermentatif pada beberapa isolat. Kesimpulannya, sebagian besar isolat Actinomycetes Rhizosfer hasil isolasi menunjukkan karakter homofermentatif sehingga menghasilkan asam dari karbohidrat sederhana, sedangkan sebagian kecil menunjukkan karakter heterofermentatif. Sifat fermentatif ini mendukung potensi isolat sebagai kandidat probiotik ternak multienzim yang dapat meningkatkan pencernaan karbohidrat dalam sistem pencernaan ternak.</p> <p>Kata kunci: Actinomycetes Rhizosfer; probiotik multienzim; fermentasi karbohidrat; heterofermentatif; homofermentatif.</p> Stormy Vertygo, Dedy Dorens Mesak, Hendrikus Saputra Landur, Gadis Kartika Pratiwi, Aisyah Nurdianingsih P. A. ##submission.copyrightStatement## http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW/article/view/748 Fri, 19 Dec 2025 00:00:00 +0700 PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG (Solanum melongena) PADA MEDIA POLYBAG DENGAN PERBEDAAN DOSIS PEMBERIAN NASA PUPUK ORGANIK CAIR http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW/article/view/738 <p>Pupuk organik cair (POC) merupakan larutan dari hasil fermentasi/pembusukan bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, limbah agroindustri, kotoran hewan, dan kotoran manusia. Pupuk organik cair mengandung nitrogen yang merupakan komponen utama klorofil, protein, asam amino, dan enzim. Pemanfaatan pupuk organik cair untuk budidaya tanaman hortikultura sangat bermanfaat karena memacu pertumbuhan dan perkembangan serta produksi tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan di RT. 052/RW. 009 Kelurahan Liliba. Desain penelitian ini adalah faktorial tunggal yang berdasarkan pemberian <em>NASA</em> pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda. Perlakuan diperuntukan untuk tanaman yang berumur 14 HST, 28 HST dan 38 HST. Dengan masing-masing 2 dan 4 g serta diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertumbuhan vegetatif untuk variabel tinggi tanaman dan jumlah percabangan tidak berbeda. Pemberian <em>NASA </em>pupuk organik cair memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah, jumlah bunga dan jumlah buah tanaman terung (<em>Solanum melongena</em>).Tumbuh, Produksi, <em>NASA </em>POC, Terung</p> Nimrot E. M. Neonufa, Stefanus M. Kuang ##submission.copyrightStatement## http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW/article/view/738 Mon, 22 Dec 2025 00:00:00 +0700 ETNOSAINS MAKANAN KHAS WOLAPPA MASYARAKAT DESA DELO, KABUPATEN SABU RAIJUA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW/article/view/776 <p><em>Wolappa</em> adalah sebuah makanan khas dari Pulau Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur, yang makanannya berbahan dasar tepung beras dan gula sabu dan cara kemasnya dengan dilipat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan makanan khas Wolappa masyarakat Sabu&nbsp; Raijua dan untuk mengetahui hubungan antara makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua dengan&nbsp; sumber belajar Biologi. Penelitian ini dilakukan di Desa Delo, Kabupaten Sabu Raijua dan SMAN 1 Sabu Tengah dengan menggunakan <em>Mixed Methods</em>, yaitu penggabungan metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif untuk mendapatkan keabsahan data mengenai gambaran potensi&nbsp; etnosains makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua Pada Materi Ajar Biologi. Data kualitatif akan diperoleh dengan melakukan wawancara, obervasi partisiptif dan dokumentasi sedangkan Data kuantitatif akan diperoleh dari hasil penyebaran angket guru kepada guru biologi di SMAN 1 Sabu Tengah dan diperoleh data hasil penelitian terkait Proses pembuatan makanan khas <em>Wolappa</em> masyarakat Sabu&nbsp; Raijua dengan langkah-langkah mengelolanya sebagai berikut ; 1). Siapkan alat dan bahan 2). Cuci dan Rendam beras selama 1 jam, 3). Tumbuk beras yang telah direndam, 4). Ayak beras, 5). Campurkan tepung beras dengan&nbsp; gula sabu, 6). Aduk hingga merata sampai semua bahan tersebut padat dan menggumpal membentuk adonan, 7). Kemudian bentuk adonan di atas talenan, 8). Bungkus adonan dengan daun kelapa lalu dan ikat menggunakan daun lontar, 9). Rebus Wolappa selama 2 jam, 10). Angkat, tiriskan kemudian gantung atau jemur. Serta hasil penelitian juga menunjukan terdapat hubungan antara makanan khas Wolappa masyarakat Sabu Raijua dengan sumber belajar Biologi dalam proses pembuatannya, yaitu terdapat hubungan konsep-konsep Biologi seperti transpor membran (difusi dan osmosis), metabolisme, jaringan tumbuhan, keanekaragaman hayati, ekologi, Biokimia (Denaturasi&nbsp; Protein dan Gelatinisasi Pati), mikrobiologi dan bioteknologi</p> Theodora Sarlota Manu ##submission.copyrightStatement## http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW/article/view/776 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700 ANALISIS INDEKS KEANEKARAGAMAN (SHANNON-WIENER) BURUNG DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SAN PEDRO http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW/article/view/777 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis burung pada kawasan kampus Universitas San Pedro serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang memengaruhi struktur komunitas avifauna. Penelitian dilakukan pada empat stasiun pengamatan, yaitu area vegetasi padat, taman kampus dan ruang terbuka hijau, area terbuka, serta area terbangun. Metode yang digunakan adalah metode titik hitung (<em>point count</em>) dengan pengamatan langsung pada pagi dan sore hari. Analisis data dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 10 spesies burung yang tergolong dalam beberapa famili, yaitu Passeridae, Apodidae, Pycnonotidae, Columbidae, Estrildidae, Meliphagidae dan Muscicapidae. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,29–2,22 dengan rata-rata sebesar 1,84 yang tergolong kategori sedang. Nilai keseragaman berkisar antara 0,56–0,97 dengan rata-rata 0,80, sedangkan nilai dominansi berkisar antara 0,12–0,44 dengan rata-rata 0,21. Habitat vegetasi padat memiliki tingkat keanekaragaman tertinggi, sedangkan area terbangun menunjukkan dominansi spesies urban-adaptif yang lebih tinggi. Faktor lingkungan seperti kompleksitas vegetasi, ketersediaan sumber pakan, dan tingkat gangguan manusia berpengaruh terhadap keberadaan komunitas burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan kampus masih memiliki potensi ekologis sebagai habitat avifauna dan mendukung pengembangan konsep <em>green campus</em> berbasis konservasi biodiversitas.</p> Mery Fahik ##submission.copyrightStatement## http://www.pendidikanbiologiukaw.ac.id/jurnal/index.php/JIBUKAW/article/view/777 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700